TANGERANG – Di tengah isak tangis dan reruntuhan akibat gempa 7,7 Magnitudo di Flores, NTT, harapan baru datang. *10 Satwa K-9 terbaik Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri* bersama 21 personelnya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Sabtu 15 Agustus 2026 malam.
Mereka bukan sekadar anjing pelacak. Mereka adalah *pahlawan berkaki empat* yang akan menjadi “mata dan hidung” Polri di medan paling berat.
*MENGAPA K-9 SANGAT PENTING SAAT BENCANA?*
Di lokasi bencana, waktu adalah nyawa. Setiap detik menentukan hidup dan mati korban yang tertimbun. Di sinilah K-9 memiliki peran yang tidak bisa digantikan teknologi:
1. *Kecepatan Mencari Harapan*: Dengan penciuman 10.000 kali lebih tajam dari manusia, K-9 seperti Walet, Ari, Rubin, dan lainnya mampu mendeteksi keberadaan korban hidup di bawah beton dan puing dalam hitungan menit.
2. *Menembus Tempat Tak Terjangkau*: Reruntuhan membuat alat berat tidak bisa masuk. K-9 dengan tubuh lincah mampu menyusup ke celah sempit untuk menemukan titik korban.
3. *Memberi Kepastian*: Selain mencari korban hidup, K-9 juga terlatih _Cadaver_ untuk menemukan korban meninggal. Ini penting untuk memberi kepastian dan mengembalikan korban kepada keluarganya.
“Anjing-anjing ini adalah anggota kami. Mereka dilatih, dirawat, dan siap bertugas dalam kondisi paling berbahaya. Mereka tidak mengeluh. Mereka hanya punya satu misi: menyelamatkan manusia,” ujar IPTU Erasmus selaku Katim K-9 Ditpolsatwa.
Pelepasan dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri dan didampingi oleh Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Dengan semangat *POLRI HADIR UNTUK KEMANUSIAAN*, tim K-9 ini akan bersinergi dengan Basarnas dan TNI untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi di Flores.
Doa seluruh bangsa mengiringi langkah mereka. Karena di saat manusia hampir putus asa, hidung seorang K-9 bisa menjadi Penolong.
*#Edy96#*
_Humas Korsabhara Baharkam Polri_